Misbakhun Ingin Skandal Century Diusut Hingga Tuntas
Misbakhun Ingin Skandal Century Diusut Hingga Tuntas
Kembali muncul setelah media daring Asia Sentinel mengungkap adanya konspirasi pencurian uang negara mencapai USD 12 miliar tersebut, tentang skandal pencurian uang melalui Bank Century di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Setelah ditulisnya artikel oleh John Berthelsen sudah membuat Wasekjen Partai Demokrat yaitu Andi Aief menyerang Mukhamad Misbakhun yang berasal dari Partai Golkar. Andi menuduh Misbakhun ambil peran dalam berita media asing, Asia Sentinel.
Suami dari Eny Sulistijowati ini menegaskan, dalam kasus penahanannya dulu oleh aparat kepolisian bukan karena kasus Bank Century. Misbakhun juga mengatakan "silahkan lihat dokumen surat perintah penahanan saya oleh penyidik Bareskrim Polri jelas tertulis bahwa penahanan saya karena melawan SBY jadi tidak ada kaitannya dengan dokumen fiktif yang dituduhkan".
Sementara itu Misbakhun juga mengatakan "bahwa dirinya sama sekali tidak terkait dengan kasus Century sesuai dengan hasil keputusan pada tingkat Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung.
Misbakhun juga memberikan penjelasan pada Akurat.co pada Kamis (13/9), menjelaskan bahwa "saya bebas murni pada tahun 2012. Di putuskan PK tersebut, sangat jelas dibatalkan semua putusan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi dan Kasasi sehingga semua putusan yang menghukum saya dibatalkan dan nama baik saya sudah direhabilitasi lewat putusan pengadilan tingkat PK tersebut".
"Dalang kasus Century ini harus diungkap tuntas karena semua dokumen (hasil audit investigasi BPK, audit perhitungan kerugian negara, laporan Pansus Hak Angket Century DPR RI, dan putusan kasus Budi Mulya) mengarah pada dugaan keterlibatan presiden SBY yang ternyata mengetahui proses baliout yang melanggar hukum tersebut", terang Misbakhun.
Jadi, saya tidak ada masalah dengan kasus Century dan Pak SBY kalau mereka masih ada masalah itu kan hanya baper saja. Mereka kan cuma mau mengalihkan perhatian saja supaya tidak disorot, tidak disalahkan, atas kegagalan-kegagalan partai dan rezim dalam mengambil kebijakan selama ini.
"Menurut pandangan saya kebijakan-kebijakan itu akan berimplikasi kepada rakyat Indonesia dan kepada negeri ini. Maka saya memberikan kritik, itu bagian dari dialektika demokrasi yang wajar" pungkas Misbakhun.
Sumber : akurat.co

Comments
Post a Comment